Workshop Socio-health Entrepreneurship WASH bagi Lansia Penggerak.
Hari ini kegiatan workshop Socio-health Entrepreneurship WASH dilaksanakan di Lingkungan Banjar, Kelurahan Dasan Agung Kecamatan Selaparang Kota Mataram.
Kegiatan ini didukung oleh Universitas Indonesia melalui skema Pengabdian Masyarakat yang bermitra dengan Yayasan Rumah Senja dan Pemerintah Kota Mataram melalui Kecamatan Selaparang dan Kelurahan Dasan Agung Baru.
DR. Elvia Shauki ketua Tim Pengabdian Masyarakat FEB UI menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat khususnya kelompok rentan Lansia pada isu air, kebersihan dan kesehatan lingkkungan (WASH).
DR. Elvia menambahkan bahwa dampak dari kegiatan ini dapat dilihat dari 3 sudut pandang.
Pertama, dari sisi kesehatan lingkungan. Workshop dan pemberdayaan ini dapat memicu terbangunnya perilaku hidup higiene dan saniter dimulai dari tingkatan Rumah Tangga. Diharapkan ke depan, dengan sistem yang baik dan masif maka kegiatan ini dapat diduplikasi untuk mendorong tercapainya salah satu pilar STBM yaitu pengamanan sampah rumah tangga. Seperti kita ketahui bersama bahwa salah satu prinsip dalam pilar STBM Pengamanan sampah rumah tangga adalah Recycle dimana salah satu contoh kegiatannya adalah pemilahan sampah dapur organik untuk dimanfaatkan sebagai pupuk cair dengan metode komposting.
Dampak kedua adalah dampak sosial. Hal ini karena sasaran program ini merupakan warga Lanjut Usia (Lansia) yang selama ini seringkali mendapatkan stigma negatif sebagai warga masyarakat yang tidak produktif dan cenderung menjadi beban. Melalui kegiatan ini, Lansia diberdayakan sehingga tidak hanya menjadi penerima manfaat pasif namun juga bisa menjadi agen perubahan aktif yang secara berkelanjutan memberi kontribusi positif dalam pembangunan.
Dampak ketiga adalah dampak ekonomi. Dalam kegiatan ini salah satu yang menjadi outputnya adalah dihasilkannya pupuk cair organik sebagai hasil akhir pengelolaan sampah organik berbasis dapur rumah tangga. Satu komposter rumah tangga diperkirakan dapat memproduksi rata rata 20 – 30 Liter pupuk cair setiap bulannya. Dimana, satu Liter pupuk cair dapat dijual rata rata 3.000 per Liter. Sehingga, secara ekonomi satu komposter rumah tangga dapat menghasilkan 60.000 – 90.000 per bulannya. Dimana angka ini cukup untuk setidaknya membayar iuran BPJS bagi Lansianya.
Pemilihan Kelurahan Dasan Agung Baru Kecamatan Selaparang sebagai lokasi kegiatan juga memiliki beberapa alasan.
Pertama, Kelurahan Dasan Agung Baru memiliki kelebihan dengan jumlah warga Lansia yang banyak dan cukup kooperatif. Sehingga penggerakan sasaran menjadi lebih mudah. Selain itu, Kelurahan ini juga pernah menjalankan Peraturan Daerah tengang manajemen pengelolaan sampah. Peraturan Daerah ini menjadi aspek enabling environtment penting dalam menjamin keberlangsungan kegiatan workshop ini. Alasan lain juga adalah bahwa Kelurahan ini akan didorong menjadi Kelurahan Ramah Lansia dibawah payung program Kecamatan Selaparang Inklusi.
Dalam keterangannya, Lurah Dasan Agung Baru Bapak Mahnum menyampaikan bahwa Beliau sangat menyambut positif kegiatan ini sebagai bagian dari program Kelurahan Ramah Lansia yang sedang dikembangkan.

Terpisah, Desti salah satu anggota tim Pengabdian Masyarakat menambahkan bahwa kegiatan workshop WASH di Kelurahan Dasan Agung Baru Kecamatan Selaparang Kota Mataram yang didukung oleh Universitas Indonesia bermitra dengan Yayasan Rumah Senja ini akan menjadi salah satu pilot skema kerjasama Pentahelix dalam membantu pemerintah mencapai target target pembangunan.
Hal senada juga disampaikan Camat Selaparang, Zulkarwin yang mengungkapkan bahwa salah satu spirit kebijakan dalam inovasi Kecamatan Selaparang Inklusi adalah memberikan ruang pastisipatif bagi semua pihak untuk bersama sama membangun kemandirian masyarakat.
Semoga program workshop Socio-health Entrepreneurship WASH ini dapat diduplikasi secara masif untuk memperkuat kemandirian masyarakat dan mendukung pencapaian target program pemerintah.


