Papuq Rumaseh, 65 Tahun adalah penerima manfaat Operasi Katarak Gratis Rumah Senja.
Papuq Rumaseh, atau akrab dipanggil Papuq Aceh dulunya adalah seorang peladang. Beliau biasa berladang di hutan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Pada tahun 2004 Papuq Aceh merasakan bahwa pengelihatannya mulai tidak jelas, seperti berkabut asap. Dua tahun kemudian Papuk Aceh benar benar kehilangan fungsi pengelihatannya yang menyebabkan Papuq Aceh tidak lagi bisa bekerja dan beraktifitas seperti biasanya.
Papuq Aceh tinggal di sebuah berugak (rumah bambu) kecil berukuran 2x3m dan dirawat oleh seorang anak perempuannya. Sehari hari aktifitas Papuq Aceh hanya disekitar tempat tidurnya dan toilet bertutup terpal yang berjarak 2 meter dari berugak tempat tidurnya.
Kami bertemu Papuq Aceh di pertengahan tahun 2020 untuk menawarkan bantuan operasi katarak. Papuq Aceh awalnya ragu karena sudah mengalami kebutaan sekitar 14 tahun. Beliau ragu apakah bisa pulih atau tidak. Beliau mengungkapkan sudah pasrah dengan keadaannya. Walaupun beliau sebenarnya sangat sedih karena kehilangan pengelihatan ini seperti merampas banyak hal dalam hidup nya. Papuq Aceh kehilangan percaya diri, kehilangan pera peran sosialnya hingga kehilangan kualitas ibadahya. Papuq merasa sangat sendirian dan sedih sekali karena merasa menjadi beban bagi keluarganya. Papuq merasa hidup nya sangat tidak berharga. Papuq bahkan sempat berfikir kenapa Papuq tidak meninggal saja agar tidak membebani orang lain.
Namun dengan komunikasi yang baik tim Rumah Senja akhirnya berhasil membujuk papuk untuk Operasi Katarak. Pada hari yang ditetapkan Papuq akhirnya dioperasi Katarak di RS Mata NTB. Operator waktu itu adalah dr. Wulan, SpM.
Operasi Papuq berjalan dengan sangat baik. Fungsi pengelihatan Papuq kembali pulih dengan sangat cepat. Pada hari ke 7 setelah operasi tajam pengelihatan Papuq mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Dan pada minggu ke 3 setelah operasi fungsi pengelihatan Papuq sudah pulih kembali normal. Dan hal pertama yang dilakukan Papuq setelah pengelihatannya pulih adalah mengunjungi makam/kuburan istrinya yang sudah belasan tahun tidak pernah ia kunjungi.
Papuk Aceh senang sekali. Papuq mengungkapkan betapa gembiranya Papuq kembali bisa melihat anaknya. Papuq Kembali bisa melihat dan menyapa tetangga yang lewat di depan rumahya. Bahkan Papuq sudah bisa ke Masjid untuk sholat.
Papuq meluapkan kegembiraanya dengan berjalan keliling kampung mengunjungi kerabat dan tetangga yang sudah lama tak bersua. Papuq juga bisa mengikuti kegiatan masyarakat di sekitar rumahnya. Fungsi sosial Papuq juga ikut pulih dan membaik.
Setelah belasan tahun akhirnya Papuq kembali merasakan denyut kehidupan. Sekarang Papuq juga bisa bekerja. Papuq sering ikut “ngujur”, yaitu aktifitas membantu nelayan menaikkan perahu dengan upah beberapa ikan hasil tangkapan. Papuq juga merasa lebih produktif saat ini.

Kami juga sangat senang melihat perkembangan Papuq. Kuaitas hidup Pauq membaik seiring membaiknya fungsi pengelihatannya.


