PAPUK SOLAH
(Percepatan Perubahan Perilaku Konsumsi Air Minum yang Layak, Aman dan Berkualitas Bagi Kelompok Rentan Lansia Melalui Pemberdayaan Lansia Penggerak)
No one left behind and universal akses.
Tidak ada siapapun yang tertinggal dan siapapun bisa mengakses, merupakan salah satu spirit tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dimaknai sebagai sebuah semangat untuk menghadirkan pemenuhan kebutuhan bagi semua, termasuk kelompok rentan seperti warga Lanjut Usia (Lansia).
Salah satu kebutuhan penting yang berdampak signifkan bagi kehidupan adalah akses terhadap air minum yang layak dan aman serta berkualitas. Bagi Lansia, rendahnya akses terhadap air minum dapat berujung kondisi dehidrasi yang fatal dan mengancam keselamatan jiwa.
Untuk itu pemenuhan akses terhadap air minum yang layak, aman dan berkualitas ini menjadi sangat penting terutama bagi kelompok rentan seperti warga Lansia.
Pelibatan aktif kelompok rentan (Lansia) juga menjadi kebutuhan prioritas pembangunan. Selain untuk meningkatkan kemandirian dan mempersempit kesenjangan, hal ini juga berdampak pada perubahan paradigma tentang Lansia dari penerima manfaat pasif menjadi agen perubahan yang aktif dan produktif baik bagi dirinya maupun orang lain di sekitarnya.
Semangat inilah yang menjadi latar belakang Rumah Senja menginisiasi program Lansia Penggerak di bawah framework Selaparang Inclusive Society di wilayah kerja Kecamatan Selaparang Kota Mataram.
Lansia penggerak ini akan mengambil peran aktif penggerakan perubahan perilaku. Keberadaan Lansia Penggerak ini juga merupakan perujudan partisipasi aktif kelompok rentan (Lansia) di dalam kegiatan perencanaan dan implementasi kebijakan akses air minum layak yang responsif yang meliputi aspek pembuatan keputusan, serta diakuinya pengalaman dan kontribusi warga Lansia di dalam komunitas.
Program Lansia Penggerak ini dilaksanakan melalui pendekatan pentahelix pemberdayaan Lansia dimana dukungan pemerintah dalam hal ini Kecamatan Selaparang dengan inovasi Kecamatan Inklusinya dipadukan dengan penguatan kemitraan bersama lembaga swadaya masyarakat lainnya seperti Harapan Baru Lombok dan Sekolah Relawan Sangkarean. Selain itu keterlibatan perguruan tinggi seperti STIKes Mataram dan STIKes Kusuma Bangsa juga menjadi kekuatan yang memberikan kontribusi positif dalam pengembangan inovasi berbasis gender equality dan social inclusion ini.
Semoga ke depan program ini dapat berjalan dengan baik dan memberi dampak bagi terciptanya kebijakan partisipatif, terbangunya kemandirian, dipersempitnya kesenjangan serta terujudnya perubahan perilaku.
Romy Hidayat_Rumah Senja.


