Komunikasi Antar Pribadi (KAP) mengefektifkan kegiatan evaluasi dampak di Rumah Senja.
Bulan Juni kemarin kami melakukan pertemuan evaluasi program bersama seluruh lansia penerima manfaat. Pertemuan ini juga dihadiri Lansia Penggerak dan tim relawan Rumah Senja Charity.
Pertemuan evaluasi kali ini adalah pertemuan rutin setiap 6 bulan sekali. Pertemuan ini dimanfaatkan sebagai media untuk berdiskusi terkait apa manfaat dan dampak program, apa dukungan yang masih dibutuhkan, praktik baik apa yang sudha berjalan, juga masalah apa yang masih perlu perbaikan.
Di dalam pertemuan evaluasi ini, kami lebih banyak menjadi pendengar aktif. Oleh karena itu pertemuannya kami desain menyenangkan dan hangat, sehingga semua mau berbicara dan menyampaikan fikirannya. Tentu dengan harapan kita sama sama menemukan solusi dan mengembangkan perubahan perilaku.
Penguasaan metode Komunikasi Antar Pribadi (KAP) menjadi modal utama dalam kegiatan evaluasi dampak tengah proses seperti ini. Kegiatan menjadi lebih efektif yang terlihat dari output pertemuan yang menghasilkan informasi substansial dan fokus berpola.
Yang juga sangat terasa adalah bahwa Lansia penerima manfaat dengan leluasa dan nyaman menyampaikan apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka butuhkan.
Pola ini memberi ruang bagi Lansia untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat pasif, namun juga mereka bisa menjadi pembuat keputusan untuk dirinya. Bahwa semua program bukanlah hanya keinginan kami namun adalah keinginan dan kebutuhan mereka.
Sehingga terbentuk ekosistem partisipatif dimana Lansia juga menjadi agen perubahan aktif baik bagi dirinya, keluarganya dan orang lain disekitarnya.
Semoga sistem yang kami jalankan ini menjadi cikal bakal lahirnya Pusat Lansia dan Disabilitas (Elderly and Disability Centre) yang menjadi cita cita terbesar kami di Rumah Senja.
Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh sponsor terutama IndoPeduliAdelaide yang selalu menjadi bagian penting dalam gerakan sosial kemanusiaan ini.
Salam,
Romy Hidayat


