Lansia Penggerak: sebuah semangat pemberdayaan untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Di pertengah tahun 2022 ini Rumah Senja menggagas dan menjalankan sebuah program baru, namanya Lansia Penggerak.
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup Lansia melalui aktifitas pemberdayaan dan penguatan kemandirian.
Lansia Penggerak ini sendiri adalah Lansia terpilih yang kemudian ditingkatkan kapasitas nya melalui pelatihan dengan muatan muatan informasi kesehatan.

Informasi kesehatan yang berkaitan pangsung dengan kehidupan sehari hari Lansia seperti perilaku hidup bersih dan sehat, konsumsi air minum aman dan layak, diit gizi seimbang, cek kesehatan rutin, aktifitas fisik dan pengelolaan stress diberikan kepada Lansia terpilih yang kemudian menyandang predikat Lansia Penggerak.
Lansia Penggerak ini juga dibekali pengetauan lainnya seperti pencegahan pernikahan anak, stunting, pola asuh, dan beragam informasi lainnya.
Lansia Penggerak diharapkan untuk selain dapat menerapkan pengetahuan ini bagi dirinya, juga dapat membagikan informasi nya baik kepada lansia lain dan juga kepada orang orang yang tinggal bersamanya yaitu anak, menantu dan cucu nya.
Lansia Penggerak ini diberikan ruang dan kesempatan untuk membangun eksistensi dan aktualisasi dirinya melalui penguatan peran peran sosialnya.
Lansia Penggerak ini juga menjadi simbol perubahan paradigma bahwa Lansia tidak hanya penerima manfaat pasif, namun juga adalah agen perubahan aktif yang tidak hanya mampu bermanfaat bagi dirinya namun juga orang lain disekitarnya.
Semoga dengan adanya Lansia Penggerak ini nantinya Lansia tidak hanya menjadi penerima manfaat yang pasif namun juga dapat menjadi elemen perubahan aktif yang turut serta dalam pengambilan keputusan hingga proses monitoring evaluasi program.
Ada satu kaidah penting yaitu “do not talk about me without me”. Dimana Lansia juga kita ajak turut serta membicarakan program yang akan menjadikan mereka sebagai marketnya.
Ini juga menjadi bentuk nyata dari spirit SDGs “no one left behind”. Bahwa keseluruhan aktifitas kehidupan ini harus inklusi. Lansia, juga harus mendapatkan akses terhadap layanan dasar. Juga harus diberikan ruang yang luas untuk terlibat aktif sebagai pengambil keputusan.
Romy Hidayat
Rumah Senja.


